GUDANG BANYOLAN

Lelucon & Banyolan Terkonyol Di Dunia

Favorite Links


7:06 PM

Kenyang Hanya Dengan Membau

Diposkan oleh Buyung Afrianto

Makan adalah salah sesuatau aktivitas yang tidak dapat di tolak oleh kita semua sebagai semua mahkluk ciptaan-Nya . Setiap hari kita memerlukan asupan makanan yang bergizi untuk menghasilkan energi yang akan kita gunakan setiap hari dan semua orang makan dengan cara dan adat istiadatnya sendiri seperti orang jawa memakan dengan cara menggunakan tangan , orang barat memakan dengan menggunakan sendok dan garpu , orang cina memakan dengan menggunakan sumpit dan masih banyak yang lain . Namun berbeda dengan tetanggaku yang letak rumahnya berada pada koordinat tepat di pojok kiri gang belakang rumahku . Mula-mula aku yang sudah tiba di kediamanku merasa sangat capek dan lelah setelah berjalan kaki pulang dari sekolah , agar staminaku kembali setelah ganti baju seragam aku makan siang . Seperti kata orang tua pada zaman Crestasius di kampungku dulu jika ingin segar bugar kembali tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun aku harus makan banyak sebenarnya kalimat itu di omongkan padaku hanya untuk membujuk aku agar dapat makan banyak sebab pada masa-masa aku masih berukuran S ( smile) kata ibuku aku sangat susah sekali untuk makan . Mengingat akan hal yang telah lama terkubur lama di dalam ingatanku itu mungkin saja jika aku menurutinya badanku yang tadinya tipis setipis halaman buku dapat menjadi seperti badan atlit . Akupun mulai menjalankan perintahnya itu pertama-tama kumakan seporsi nasi dengan lauk pauk komplit dengan sayuran yang masih fresh dari alam beserta akar-akarnya . Kutelan kotak-kotak semuanya itu, beberapa saat kemudian setelah kuhabiskan makananku , perutku yang tadinya menggelondang akhirnya memberikan warning yang menunjukkan bahwa intensitas tempat penyimpanan sudah sangat penuh . tetapi aku yang masih menaati perintah tak jelas itu berpikir jika aku semakin banyak makan maka tubuhku akan semakin cepat berbentuk atletis .Tanpa menghiraukan peringatan yang telah dilayangkan oleh lambungku aku tetap menggiling hidangan bercorak nusantara yang masih melambai-lambai di atas meja seakan-akan meminta kepadaku untuk ingin segera kulahap


0 komentar:

Poskan Komentar