Ketika aku masih duduk di bangku kelas 2 SMP , hampir semua temanku satu kelas memiliki produk-produk dari perkembangan teknologi masa kini mulai dari Handphone , MP3 , Flashdisk , Kamera Digital dll .Namun di antara yang dimiliki semua teman-temanku , aku hanya tertarik pada Discman ( pemutar CD portable ) seperti yang dimiliki temanku Aziz . Akupun menjadi semakin berminat terhadap pemutar lagu tersebut setelah Aziz menunjukkan spesifikasi sekaligus fitur-fitur canggih yang dimiliki discmannya itu . Sayang ada satu hal yang kurang cocok denganku yaitu harganya yang terlalu mahal untuk seorang pelajar biasa seperti aku . Mula-mula aku bertanya kepada Aziz tentang discmannya itu , apakah akan dijual atau tidak , mungkin saja jika dijual aku dapat membelinya dengan harga yang lebih miring . Setelah aku bertanya-tanya dan mengumpulkan informasi dari berbagai toko , ternyata harga yang ditawarkan Aziz kepadaku tidak jauh berbeda dengan harga-harga umum di pasaran . Sesudah kupertimbangkan lagi lebih baik jika aku membeli barang baru jika selisih harganya sedikit dengan harga barang bekas . Mulai saat itu aku menabung uang saku yang diberi oleh orang tuaku . Hari demi hari kukumpulkan uang sakuku . Lalu pada suatu hari uangku sudah banyak terkumpul dan cukup untuk membeli discman yang aku idam-idamkan itu . Keesokan harinya , setelah pulang sekolah , aku segera menuju ke toko elektronik dengan kecepatan suara sambil menuggangi kuda besi legendaris milikku , yakni sebuah sepeda kayuh yang meskipun sudah berkarat , tumbuh lumut dan jamur di sekitarnya akan tetapi masih memberikan sensasi berkendara yang membuat takjub semua makhluk hidup yang megendarainya , bentuk sepedaku sebenarnya tak jauh berbeda dengan sepeda motor Superbike di Moto GP . Perbedaanya hanya terletak pada dapur pacuan mesin di mana Superbike memakai mesin 4 silinder 800 cc sedangkan sepedaku memakai mesin 2 kaki alami yang alami 13 cc . Di tengah perjalanan kukayuh sepeda itu dengan bersemangat sebab sebelum berangkat kau sudah makan dua bungkus nasi pecel tanpa lontong extra bumbu kacang plus rempeyek renyah dengan bonus koran pembungkus yang dapat dipakai sebagai bahan bacaan di waktu luang .










0 komentar:
Poskan Komentar
Poskan Komentar