Berburu memang mengasyikan , apalagi jika di dalam orang tersebut terpendam jiwa petualang . Hal ini semua dimiliki oleh kakaku , yang di mana pada awalnya dia memulai bakat berburunya hanya sekedar iseng dan berlanjut sampai ke tingkat kecanduan . Mulanya dia bergaul dengan teman-teman sebayanya di rumah di sana dia membahas tentang banyak hal mengenai senapan angin yang dimiliki oleh salah satu temannya itu , tak jarang dia dan teman-temannya itu mengadakan sebuah ekspedisi ke alam liar untuk meguji coba senpan angin milik temannya itu dan mulai dari siutlah kakakku mulai menggandrungi alat yang menyerupai pistol mainan itu . Beberapa minggu kemudian kakakku setelah mengumpulkan uang dia membeli sebuah senapan angin berkualitas di bawah standar dan tidak ada spesialnya sama sekali . Tadinya aku mengira bahwa senapan itu adalah hanya sebatas senapan mainan saja , tapi setelah melihat kakakku mencoba senapannya itu pada sebuah semangka busuk sisa makanan penutup yang tidak habis kemarin , aku kini mengerti bahwa senapan tersebut adalah senapan asli dan bukan main-main . Hal ini terbukti dari riwayat semangka busuk yang menjadi sasaran tembak yang mulanya masih berbentuk semangka sesudah ditembak kini menjadi almarhum . Sejak saat itu aku lebih berhati-hati jika sedang berada di dekat tempat senapan itu diletakkan , jangan-jangan nanti apabila aku tidak sengaja menyenggolnya lalu terjatuh dan meletus bisa-bisa nanti aku yang disalahkan atas kejadian itu . Meskipun tampang dari senapan kakakku itu kurang menawan terlihat dari gagang senapannya yang catnya sudah banyak yang mengelupas , larasnya yang sebagian berkarat , dan pemicunya yang agak retak sedikit , namun hali itu semua tidaklah menjadi masalah karena di balik pesonanya yang pas-pasan itu tersimpan daya ledak yang dapat menamatkan seluruh kehidupan bangsa unggas ( Aves ) di seluruh dunia . Tidak hanya sampai di situ kakakku juga merasa kasihan dengan senapannya itu mana ada barang yang memiliki kualitas tinggi namun mendapat penampilan fisik yang buruk .










0 komentar:
Poskan Komentar
Poskan Komentar