GUDANG BANYOLAN

Lelucon & Banyolan Terkonyol Di Dunia

Favorite Links


3:37 AM

Ada Apa Dengan Wanita Indonesia ?

Diposkan oleh Buyung Afrianto

Tanggal 21 April merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, bagaimana tidak ? Pada tanggal tersebut merupakan hari di mana titik tolak derajat wanita yang selama ini dinilai sebagai “budak” rumah tangga kini menjadi “Nyonya Besar” di dalam rumah tangga. Selain itu tanggal 21 April juga sangat bersejarah bagiku sebab pada Hari Kartini tersebut bertepatan juga dengan hari kelahiranku. Selama ini meskipun R.A Kartini sebagai pelopor emansipasi wanita telah mengangkat derajat wanita, tapi sepertinya hal tersebut adalah hal yang sia-sia belaka. Menurutku R.A Kartini kurang tepat apabila disebut telah mengangkat derajat bagi kaum hawa, lebih tepatnya adalah “menggeser” itupun tidak terlalu jauh dari kedudukan awalnya. Buktinya di Indonesia masih banyak kasus-kasus kekerasan pada wanita yang masih belum ditangani, bahkan ada yang yang dihiraukan begitu saja dan tidak sedikit dari para kaum hawa yang meregang nyawa karenanya. Lebih jauh lagi kita dapat melihat sendiri di tayangan televisi, banyak sekali di antara wanita yang menjadi korban eksploitasi dan masih hidup di bawah penindasan oleh kaum pria. Yang lebih ironis lagi, pemerintah seolah-olah menutup telinga dan mata rapat-rapat ketika melihat permasalahan yang telah lama menjadi dilema di negeri tercinta ini. Melihat kondisi seperti ini jasa R.A Kartini seperti peribahasa “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”. Akan tetapi tidak semua wanita di Indonesia mengalami nasib seperti demikian. Ada juga beberapa dari mereka yang dapat menjadi sosok panutan yang layak diteladani bagi kita semua. Kita tengok saja Megawati Soekarnoputri yang merupakan presiden wanita pertama di Republik Indonesia dan juga beberapa menteri di lembaga pemerintahan yang juga dijabat oleh wanita. Hal-hal seperti inilah yang seharusnya dilakukan oleh para kaum hawa, jika perlu mereka tidak hanya berkiprah di dunia nasional melainkan juga di dunia internasional untuk menunjukkan bahwa wanita memang pantas untuk mendapat derajat yang sama dengan pria. Namun hal tersebut adalah sebagian kecil dari wanita di Indonesia yang sukses dan berhasil di dalam kehidupannya. Sedangkan yang sebagian besarnya justru bertolak belakang dengan hal-hal seperti di atas. Keseharian wanita di Indonesia selalu berkecimpung dalam “Dunia 3R” yaitu dapur, sumur dan kasur. Mereka sakan-akan hidup terkekang di dalam penjara adidaya kaum adam yang tidak ada habisnya. Pada dasarnya wanita tidaklah jauh berbeda dengan pria, yang membedakan ke duanya hanyalah pada sisi fisiknya saja, selebihnya wanita memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan kemampuan pria, bahkan tidak sedikit juga yang memiliki kemampuan lebih di atasnya. Tapi mengapa sampai saat ini di suatu jaman di mana setiap individu dapat mengemukakan haknya secara bebas masih terdapat kasus terhadap wanita yang tidak kunjung selesai. Oleh karena itu, apa yang mengharuskan wanita memiliki kedudukan di bawah pria jika mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama ? Sebuah pertanyaan besar yang perlu dijawab sekaligus sebuah PR yang wajib kita kerjakan bersama-sama sebagai generasi penerus bangsa demi kelanjutan nasib para kaum hawa di Indonesia. Memang aneh jika dipikir secara logika, wanita yang dapat lebih baik dari pria malah mendapat kedudukan yang terkadang kurang layak di bawah pria. Apakah wanita Indonesia tidak dapat membela hak asasinya ? atau apakah wanita Indonesia memang dilahirkan untuk menjadi “budak” bagi kaum hawa ?. Semuanya itu tetap menjadi suatu misteri di Negeri 1000 Pulau ini. “ Ada apa dengan wanita Indonesia ?”

0 komentar:

Poskan Komentar